Sabtu, 18 Oktober 2014

Bangkitnya Ekonomi Kreatif Indonesia

ekonomi-kreatif-indonesia
Menyaksikan bangkitnya anak-anak muda di Indonesia berkreasi dalam mencari nafkah lewat medium internet dengan sasaran perusahaan global dunia, agaknya bisa menyejukkan kalangan elite penyelenggara pemerintahan.

Setidaknya, pemerintah tak perlu pusing menyediakan lapangan kerja bagi anak-anak muda pelaku ekonomi kreatif, yang bergerak dalam skala global.

Banyak anak-anak muda yang basis kerjanya adalah internet. Mereka menerima proyek kerja dari seluruh penjuru dunia mulai dari kerja kreatif pembuatan animasi untuk industri film terkemuka Hollywood, pembuatan komik strip dari penerbit terkemuka di Amerika Serikat, pembuatan logo-logo perusahaan terkemuka di luar negeri.

Kerja kreatif seperti ini dilakukan ribuan anak-anak yang termasuk generasi kreatif masa kini. Mereka inilah yang menyangga kebangkitan ekonomi kreatif di Indonesia.
Sosok-sosok kreatif ini bisa datang dari mana saja, baik Ibu Kota Jakarta maupun daerah-daerah yang jauh dari Ibu Kota seperti provinsi atau kabupaten.

Salah satu contohnya adalah dua bersaudara Arfi'an Fuadi dan M Arie Kurniawan yang tinggal di Salatiga, Jawa Tengah. Mereka ini pantas diberi anugerah karena menjadi teladan yang kreatif. Pemerintah tak perlu repot-repot menyediakan lapangan kerja bagi dua kakak beradik yang berpendidikan sebatas sekolah menengah kejuruan ini.

Lewat kiprah kreatif mereka, keduanya menerima tawaran kerja dari berbagai perusahaan disain rekayasa di seluruh dunia melalui internet yang mengglobal ini. Mereka berdua tak kalah dari para alumni perguruan tinggi bidang rekayasa karena mereka berdua tekun dan fokus dalam kerja kreatif tanpa lelah.

Karena ketekunan dan kreativitas merekalah, maka keduanya belum lama ini dianugerahi juara pertama dalam kompetisi disain tiga dimensi yang diselenggarakan General Elektric dan GrabCAD. Mereka berhasil menyingkirkan kompetitor yang datang dari berbagai negara maju, dari mereka yang bergelar insinyur hingga doktor lulusan universitas terkemuka.

Para ilustrator dan penggambar komik di Indonesia pun ada yang bekerja dengan industri komik terkemuka di dunia, yang memproduksi komik terkemuka seperti Superman, Batman dan Spiderman.
Disainer-disainer grafis muda kreatif lulusan perguruan tinggi di Indonesia yang bekerja untuk pembuatan logo dan simbol perusahaan-perusahaan multinasional di luar negeri pun mulai banyak.
Salah seorang di antara mereka adalah Tika Maniar, yang lulus dari Program Studi Seni Rupa Universitas Negeri Jakarta pada 2009. Bersama suaminya, dia memilih bekerja menciptakan logo-logo untuk perusahaan internasional dari seluruh penjuru negeri. Berpuluh karya pasangan suami-istri muda itu digunakan oleh perusahaan-perusahaan internasional yang berproduksi dalam segala macam barang dan jasa.

Dengan cara kerja semacam itulah, keduanya ikut dalam menyumbang lahirnya para pekerja ekonomi kreatif di Tanah Air. Merekalah generasi pekerja ekonomi kreatif yang sangat diharapkan oleh para pemimpin di negeri ini.

Dukungan terhadap bangkitnya ekonomi kreatif di Tanah Air pernah dicanangkan tahun lalu dalam kegiatan promosi yang dikemas lewat program Indonesia Creative Power (ICP). Kegiatan yang berlangsung di Epiwalk, Jakarta itu mengusung tema "Yang Kreatif, Yang Berdaya Saing".
Acara ini dimaksudkan menjadi ajang kreatif terbesar dengan hadirnya para pelaku kreatif yang berbicara dan berbagi wawasan serta pengetahuan untuk memberikan inspirasi ide kreatif bagi masyarakat luas.

Kegiatan itu juga merupakan bentuk nyata dari dukungan pemerintah terhadap ekonomi kreatif. Melalui kegiatan ini, masyarakat diberikan ruang untuk mengekspresikan karya kreatifnya.
Ekonomi kreatif sangat penting bagi Indonesia dan dunia karena perkembangannya yang pesat. Menurut penelitian terbaru UNESCO dan UNDP, bukan hanya dampak yang besar terhadap pendapatan, penciptaan lapangan kerja, dan nilai ekspor, ekonomi kreatif juga berkontribusi penting terhadap kesejahteraan dan pembangunan berkelanjutan.

Dalam kesempatan itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu mengharapkan masyarakat dapat melihat dan merasakan langsung kemajuan konkret dari ekonomi kreatif Indonesia.
Pertumbuhan yang cukup signifikan dari sektor industri kreatif, tentunya menjadi pendorong yang menggembirakan bagi pemerintah untuk terus memberikan dukungan.

Angka sementara pencapaian ekonomi kreatif 2013 (data BPS, statistik ekonomi kreatif 2013) menyatakan sektor ini pertumbuhannya mencapai 5,76 persen, di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,74 persen. Kontribusi ekonomi kreatif terhadap PDB Indonesia mencapai Rp 642 triliun, atau 7 persen dari angka nasional.

Sub-sektor ekonomi kreatif yang memberikan sumbangan yang terbesar adalah kuliner dan fashion dengan nilai masing-masing Rp 209 triliun (32,5 persen) dan Rp182 triliun (28,3 persen).
"Pertumbuhan ekonomi kreatif saat ini berada di atas pertumbuhan rata-rata nasional. Kenaikan juga diperlihatkan dari nilai PDB Ekonomi Kreatif sebesar Rp 642Triliun atau naik 7 persen dibanding tahun sebelumnya," tambah Mari seperti dikutip Antara.

Sudah pasti nagka-angka yang disebutkan Mari itu belum menyangkut perolehan pendapatan yang diraih oleh anak-anak muda yang bekerja secara kreatif mandiri seperti dilakukan oleh Tika Maniar, Arie Kurniawan, Arfi'an Fuadi dan ribuan anak muda kreatif lain.
Mari Pangestu menegaskan, para pekerja kreatif yang tersebar di seluruh penjuru nusantara perlu dipertemukan sehingga lahirlah komunitas kreatif.

Oleh sebab itu, dapat dimengerti jika kegiatan seperti ICP bukan ajang pamer atau bazaar, melainkan sebuah acara yang dikemas untuk mempertemukan orang dan komunitas kreatif untuk menciptakan kolaborasi dan jejaring.

Acara yang menggandeng 17 Kementerian dan Lembaga ini dikemas dalam berbagai kegiatan, yaitu pameran, konvensi, seni pertunjukan, anjungan dan aneka lomba diharapkan akan dapat membuka wawasan dan menambah pengetahuan mengenai ekonomi kreatif yang nantinya akan memperkuat gerakan masyarakat untuk terus mengembangan ekonomi kreatif di Indonesia.

Menurut sumber Kementerian Pariwista dan Ekonomi Kreatif, seluruh kegiatan ICP diciptakan dengan kesan Kota kreatif, dimana upaya pengembangan kota kreatif merupakan menjadi salah satu fokus pengembangan ekonomi kreatif Indonesia. Kegiatan itu didorong oleh dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tahun ini, dengan memilih Yogyakarta, Solo, Bandung dan Pekalongan sebagai kota kreatif yang akan diajukan ke UNESCO.

Dengan semakin banyaknya pekerja ekonomi kreatif di Tanah Air, kebangkitan ekonomi kreatif di masa mendatang kian menjanjikan dan situasi ini akan disyukuri kabinet mendatang karena pemerintah tak perlu pusing menyediakan lapangan kerja bagi tenaga kreatif sekaligus inovatif.

RESOURCE : KOMPAS.COMhttp://bisniskeuangan.kompas.com/read/2014/08/24/152859726/Bangkitnya.Ekonomi.Kreatif.Indonesia